Musrenbang Segah 2026: Akses Jalan, SMA, dan Layanan Dasar Jadi Aspirasi Utama Warga

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Segah Tahun 2026 menjadi ruang penting bagi masyarakat menyuarakan kebutuhan dasar mereka. Digelar di Balai Adat Kampung Tepian Buah, Senin (9/2/2026), forum ini menegaskan bahwa persoalan akses jalan, pendidikan, dan kesehatan masih menjadi tantangan utama pembangunan di wilayah pedalaman Berau.

 

Sebagai titik ke-8 pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Berau, Kecamatan Segah menghimpun 239 usulan yang tercatat dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Mayoritas usulan tersebut berkaitan langsung dengan upaya membuka keterisolasian kampung-kampung melalui perbaikan infrastruktur jalan serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat berangkat dari niat baik untuk memajukan daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama.

 

“Pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tapi dengan kebersamaan dan kolaborasi, keterbatasan itu bisa kita lewati,” ujar Sri Juniarsih.

 

Ia menilai akses jalan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar, terutama bagi kampung-kampung yang menjadi jalur aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Karena itu, Bupati mendorong keterlibatan aktif perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Segah untuk ikut berkontribusi.

 

Selain infrastruktur, sektor pendidikan turut menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah memastikan pembangunan ruang kelas baru akan direalisasikan, seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia. Wacana pembangunan SMA di Kecamatan Segah pun terus diperjuangkan, mengingat masih banyak anak yang terpaksa putus sekolah karena jauhnya akses ke SMA.

 

“Kami berharap dukungan DPRD Provinsi Kalimantan Timur agar rencana pembangunan SMA di Kecamatan Segah benar-benar terwujud. Ini penting untuk masa depan generasi kita,” katanya.

 

Di sektor kesehatan, Sri Juniarsih menekankan pentingnya pemerataan tenaga medis agar pelayanan tidak terhenti, terutama di wilayah terpencil dengan akses yang sulit. Menurutnya, layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh terabaikan.

 

Sementara itu, Camat Segah Noor Alam menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan paling mendesak masyarakat. Ia menyebut, beberapa pekerjaan sudah berjalan pada 2025, namun perlu dilanjutkan agar konektivitas antar kampung benar-benar terwujud.

 

“Seminisasi jalan menuju Kecamatan Segah sudah berjalan. Harapan kami di 2026, pekerjaan dari Kampung Tepian Buah hingga Kampung Labanan bisa dilanjutkan,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu juga menyampaikan harapan perhatian penanganan untuk kondisi jalan menuju Kampung Punan Segah yang saat ini rusak parah dan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya berbagai program pembangunan.

 

“Akibat jalan rusak, rencana pembangunan Pustu di Kampung Punan Segah belum bisa dilaksanakan. Kami berharap tidak ada lagi kampung yang terisolir,” ungkap Noor Alam.

 

Tak hanya itu, rencana pembangunan SMA 16 di Kecamatan Segah juga menjadi harapan besar masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Camat Segah turut menyampaikan apresiasi atas bantuan listrik tenaga surya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk Kampung Punan Mahakam dan Kampung Punan Segah.

 

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur atas perhatiannya,” pungkasnya. (sep/FN)